Tahun depan teman-teman yang baru lulus SMA akan disibukan tentang pilihan bidang studi bahkan bingung memilih universitas mana yang akan dipilih.
Pendidikan hakikinya berperan dalam pembentukan cara pandang, persepsi seseorang dalam memandang realitas. Meskipun demikian setiap orang memilih bidang studi memiliki motivasi yang tentu berlainan. Sebagian orang memilih suatu bidang studi karena sejalan dengan cita-citanya misalnya ingin jadi dokter, guru, polisi, hakim, bidan, arsitek, pilot dan banyak lagi yang lainnya. Sebagian lagi memilih bidang studi karena ikut-ikutan kawan. Bahkan ada yang tidak punya motivasi selain disuruh orang tua. Dan banyak lagi motivasi lainnya.
Meskipun demikian sepatutnya dalam memilih bidang studi harus disesuaikan dengan minat, karena dengan minat yang kuat maka kita mampu optimal dan berprestasi dalam bidang tersebut. Pada bangku perkuliahan kini banyak disuguhkan berbagai jurusan bidang studi yang dapat kamu pilih, dan sekali lagi dalam memilih haruslah dipertimbangkan dan disesuaikan dengan minatmu karena kelak itu yang menjadi identitasmu.
Sebagai gambaran tentang bidang yang kamu pilih menjadi identitasmu misalnya saja ketika kamu memasuki dunia kerja. Pada saat kamu berkenalan dengan teman-teman baru ditempat kerjamu salah satu pertanyaan yang akan kamu dapatkan adalah “jurusan apa kamu kuliah kemarin? Nah kan, itulah identitasmu. Jadi mulai sekarang buat kamu yang mau melanjutkan kuliah pertimbangkanlah mau ambil jurusan atau bidang studi apa yang akan kamu pilih! Hukum, Ekonomi, Kedokteran, Keguruan, Eksakta, dll. pikirkan lagi!
Tahukah kamu? Sebagian besar orang yang telah menamatkan studi pada perguruan tinggi atau kuliah itu tidaklah bisa eksis lagi dalam bidang studinya yang dulu diambil. Misalnya saja pada waktu diperkuliahan mengambil bidang studi ABC (kamu yang ambil contoh), kini sudah eksis pada bidang yang lain, marketing misalnya. Identitasnya dulu, kini sudahlah luntur meskipun ketika orang tanya jurusan apa? Jawabannya tetap ABC. Hal ini memang tidaklah buruk, ini fenomena dan sesuai pembukaan tulisan saya yang paling penting dari itu pendidikan adalah persoalan membentuk cara pandang. Hanya saja disayangkan ketika dunia perkuliahan kini lebih tentang persoalan formalitas, Ijazah. Bukan pengembangan potensi dan keahlian dan akhirnya ijazah pun kini menjadi komoditas.
Tapi jurusan apa yang dapat menjadikan kamu tetap eksis sesuai dengan bidang yang kamu pilih? Salahsatunya ya jurusan hukum. Apapun profesimu, kamu akan mampu eksis. Mau kamu bukan jadi hakim, jaksa, notaris, konsultan hukum, advokat dan polisi. Mengapa demikian?
Bagi orang hukum, realitas adalah cerminan norma hukum. Semua sendi kehidupan diatur oleh hukum sehingga dimanapun kamu ditempatkan setelah lulus kuliah, kamu akan senantiasa bersentuhan dengan hukum. Kamu menjadi bankir, kamu bisa belajar hukum perbankan, hukum kredit, hukum jaminan dan banyak lagi. Ketika kamu menjadi pengusaha pun kamu dapat belajar tentang hukum perjanjian, hukum bisnis, dan sebagainya. Keadaan demikian kamu dapat mepelajari hukum yang bersinggungan dengan profesimu dan kamu mampu eksis sesuai identitasmu dan mampu menjadi ahli. Dengan demikian tidaklah disayangkan kamu belajar capek-capek semasa kuliah karena kamu mampu eksis dengan identitasmu.
Kini menjadi pilihanmu, yang penting dengan pilihanmu kamu mampu eksis dan kamu harus faham jika pilihanmu menjadi suatu identitas nanti bagimu.
Sekian sedikit pesan dari saya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar